KEBUDAYAAN DAN PENGANGKATAN MARTABAT BANGSA

Authors

  • Kartini Kartini IAIN Takengon

https://doi.org/10.54604/mbz.v14i2.490

Abstract

Martabat atau derajat adalah suatu tingkatan yang dianugerahkan oleh Tuhan kepada setiap manusia. Seseorang dikatakan bermartabat apabila ia memiliki kebaikan dan kemuliaan dalam hidupnya. Semakin tinggi kemuliaan dan kebaikan seseorang maka martabat/derajatnya di hadapan manusia yang lain akan semakin tinggi pula. Dengan adanya martabat tinggi yang dimiliki seorang manusia maka akan berpengaruh pada kemandirian sekaligus tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari. Tingkah laku inilah yang akan mencerminkan sebuah kebudayaan. Budaya merupakan kebiasaan yang disepakati dan dilakukan sekelompok orang secara terus menerus dan turun-temurun. Begitu pula dengan martabat bangsa Indonesia. Setinggi apa martabat bangsa ini dapat diukur dan dilihat dari sejauh mana kebudayaan dan tingkah laku yang berkembang di masyarakat. Bila masyarakat sudah tidak lagi saling menghargai antara hak dan kewajibannya tidak lagi mematuhi norma dan aturan yang berlaku tidak lagi menjalankan bahkan melupakan budaya dan adat istiadat maka semakin rendah pula martabat bangsa ini. Dengan demikian Hanya kebudayaan yang paling pantas sebagai jaringan pemersatu dan pembangkit utama kemajuan bangsa karena dengan nurani dan hati yang berpegang kepada tatanan yang di atur budaya maka semua perjalanan kenegaraan akan berjalan lancar yang juga akan berakibat pada baiknya perekonomian bangsa, pendidikan bangsa, dan terutama nilai gotong royong (sosial) bagi bangsa untuk menciptakan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang maju, dan bermatabat

Keywords:

budaya, martabat, bangsa

References

Alatas, Syed Hussein. 1999. Corruption and the Destiny of Asia. Petaling Jaya: Prentice Hall.

Alisjahbana, Sutan Takdir. 1992. Pemikiran Islam dalam Menghadapi Globalisasi dan Masa Depan Umat Manusia. Jakarta: Dian Rakyat.

Kleden, Ignas dkk. (penyt.). 1988. Kebudayaan Sebagai Perjuangan: Perkenalan dengan Pemikiran S.Takdir Alisjahbana. Jakarta: Dian Rakyat.

Rendra. 2000. Rakyat Belum Merdeka: Sebuah Paradigma Budaya. Jakarta: Pustaka Firdaus.

Siddiq Fadzil. 2006. Kaum Ilmuwan dan Misi Pencerahan. Kajang: Akademi Kajian Ketamadunan (AKK).

Downloads

Published

2024-09-17

How to Cite

Kartini, K. (2024). KEBUDAYAAN DAN PENGANGKATAN MARTABAT BANGSA. Mubeza: Pemikiran Hukum Dan Ekonomi Islam, 14(2), 19–24. https://doi.org/10.54604/mbz.v14i2.490